Senin, 21 Desember 2015

Film "Single" atau pacaran?

iya.. hari ini saya punya inspirasi baut nulis blog gara2 nonton film SINGLE yang masuk 10 besar jajaran film laris di tahun ini apresiasi sekali saya, filmnya keren abizz bang Raditya Dika jago banget bikin film ini berbeda dari film sebelumnya yg ini lebih "mengena" yang belum nonton wajib nonton yang udah nonton boleh tuh nonton lagi...(gue juga ketagihan mau nonton lagi renacanaya)  nah disini mau ngebahas tentang "lebih baik mana single apa pacaran???" saat saya single itu pengen banget lah punya pasangan yang selalu ada dan sebagai tempat curahan hati dan kisah dalam hidup kita tiap ngeliat pasangan lain lewat di depn kita, rasanya mereka bahagia banget gitu jalan kemana2 berduaan udah kayak mau nyebrang, itu takut pacarnya ilang atau gimana yakkk? ini sengaja gue mau nyatuin fil single dengan kisah gue sendiri. sebagai jomblo tiap hari liat orang pacaran gemes banget gitu, gue jalan2 sendirian  tiba2 ada yang kenal dan nanyak "pasagannya mana?"nah itu yg gue gak bisa jawab, sumpah susah banget gue mau jawab masak harus jawab "karena gue belum laku dan tak laku-laku?"sedih banget kan...
sebagai jomblo juga galau, karena gue gak pernag pacaran,,, padahal pengen juga punya pacar biar bisa berbagi, tapi gak perlu khawatir sih jadi jomblo itu masih ada sahabat dan keluarga kita, so tetap semangat ya...
Dan, karena gue jomblo dan serig banget nongkrong dan ngobrol bareng sahabat2 gue jadinya gue jatuh cinta nih sama sahabat sendiri, dia orangnya baik, perhatian suka menolong dan rajin menabung (loh kok jadi gini yak..?)dan akhirnya gue suka sama dia, dan sebagai cewek yang jatuh cinta pasti sikap ini tiba2 berubah lebih jutek padahla cuman pengen diperhatiin doang olehnya, kadang cemburu yang terselubung tiba2 ada yang deketin dia itu tiba2 sikap kita jadi dingin danl lebih sensitif dan dikit2 marah2 ya namnaya juga cewek ya...(itu yang saya rasakan). dan singkat cerita gue jadiaan sama dia itupun gue sendiri yang nembak dia (cewek nembak cowok resikonya gede kalo diterima alhamdulillah kalo gak diterima yaaa,,, siap mental aja) waktu itu nembaknya gak terlalu berharap banyak sih, cuman pengen ngungkapin aja karena gue sendiri juga tau dia suka sama orang lain mangkanya gue gak jujur sama perasaan gue sama dia, setelah jadian ada timbul perasaan2 yang mencurigakan tapi saya hindarkan saya tutupi dengan cinta misal seperti pertanyaan dan pernyataan berikut ini :
1. bener gak ya dia juga ngarepin gue?
2. pas ada kejadian gue nabrak pasir di pinggir jalan (dia gak ada khawatirx sama sekali biasa aja sikapx
3. dia pasti ragu2 kalo disduruh datang kerumah
4. dia gak pernah ngenalin gue ke ortunya kalo gue pacarnya (ini udh tanda cowok itu PHP) hanya dianggap teman bermain (nongkrong dan jalan)
5. dia tidak pernah membahas maslah pernikahan nah pikir ulang deh tuh serius apa nggk tuh cowok, karena menurut pak mario teguh seorang pria tidak akan membuat menungu lama dalam penantian
6. (ini yang paling parah ) ketika dia ada masalah gue berusaha untuk selalu ada buat dia, sedangkan dia begitu gue sakit padahal gue sakitnya kecelakaan sama dia, dia tiba2 berubah dan gak tau kenapa, gue minta tolong buat ijin di tempat les2a aje dia banyak banget alasannya sibuk terus gitu, terus gue belum sembuh tiba2 gue denger kabar kalo dia tuh malah ngambilin legalisiran mantannya di kampus, ya Allah pas begitu hati ini ngenest bangaet benar2 terbukti bahwa dia gak benar2 peduli (JELAS BUKTINYA!!!!)
Dan disini hubungan kisah gue dengan Film Single adalah gak selamnya menjadi single itu bikin sedih, lebih baik single daripada pacaran tapi hanya pura2 sayang, di PHPin dan itu lebih sakit daripada menjadi seorang Single... dan meskipun kamu single-nya lama Masih ada tuhan yang akan memberikan kamu nanti pasangan yang lebih baik, akan ada waktu dimana kamu dan dia akan dipertemukan... Cinta tak pernah salah, cuman salah pilihan aja dia bukan orang yang tepat,, dan tuhan gak akan membiarkan kamu sendirian karena manusia diciptakan untuk berpasang-pasangan, bersabarlah.... lebih baik nunggu lama dengan orang yang tepat... tengkyu buat film single bang Radit filmx keren... disini gue bisa bandingin antara single dan pacaran...
sekarang sih gak mau pacaran mau langsung nikah ajeeeee, semoga para pembaca yang jomblo segera dipertemukan dengan tulang rusuknya... Aminn.




Rabu, 02 Desember 2015

Masa Depan Ada Di Tangan Pemuda

2 Desember 2015
Hari ini aku mau ngomongin masalah pendidikan luar biasa,
secara saya yang akan terjun kedunia pendidikan yang agak penuh dengan "permainan ini" dengan duni pendidikan saat ini diiringi dengan teknologi yang semakin canggih, bukannya membuat mudah namun membikin sulit di operatornya, sedangkan teknologi hadir untuk mempermudah pekerjaan bukan malah menambah pekerjaan dengan berbagai aplikasi yang harus diverifikasi, ohhh itu belum seberapa dengan rentetan kurikulum yang "maju mundur cantik", jika memang belum siap untuk dipakai tolong lah pak/bu jangan diterjunkan dulu, paling tidak kita menyiapkan dulu apa-apa yang ada di lapangan, yang paling penting adalah SDM yang berpengaruh besar terhadap "PROSES" dalam kelas. saya pernah menjadi guru di sebuah sekolah inklusi di suatu wilayah di jawa timur, memang sistem,SDM dan prasarana tidak sama antara di kota dan desa tidak sama, bila di kota lebih bisa para guru menerima "kurikulum 2013" dengan cara pandang yang lebih luas karena dekat dengan orang2 yang paham dengan kurikulum, sedangkan di desa mereka masih meraba-raba apa itu "K13" mereka lebih dintuntut di administrasi yang harus diisi dengan lengkap.

Ya memang mereka sebelum melaksanakan K13 mereka diberi pelatihan DIKNAS masing-masing daerah, dalam pelaksanaan pelatihan tersebut mereka masih bingung dalam membuat RPP, dan Micro Teaching di dalam benak mereka seolah beratnya " makanan apa ini?", setelah beberapa hari mereka mendapat pelatihan saya menanyakan kepada beberapa orang guru "apa yang anda dapat dari pelatihan K13?"dan jawaban mereka pun variatif seperti dibawah ini :
1. hanya ingin mendapat uang saku
2. karena perintah dari kepala sekolah
3. karena ingin mendapat pengalaman
4. karena bebas dari tugas di sekolah mereka merasa senang
Mungkin itu yang saya dapat saya kutip dari jawaban audience saya, variatif sekali dan dari pelatihan tersebut mereka tidak mendapatkan apapun ini yang paling tragis, jangan sampai pelatihan kurikulu hanya dijadikan prosedur dari dinas pendidikan nasional. ini sangat tidak bermanfaat, harusnya bertahap pak.. semua butuh proses untuk hal-hal yang baru...
apa yang salah dengan sistem pendidikan kita, kurikulum yang semakin membuat "pusing" apa sih yang harus dilakukan, ya memang finlandia adalah negara yang paling bagus dalam pendidikan, jika kita mencontoh negara tersebut untuk mengadaptasi sistem pendidikannya pertanyaan saya "siapkah negara kita?" jangan main ambil aja dong pak, kita mau maju juga butuh proses, maka janganlah hanya guru PNS saja yang mendapat beasiswa pendidikan, usia mereka sudah (yang sudah tua) sudah tidak mendukung lagi otaknya (maaf kasar), masa depan ada di tangan pemuda pak...harusnya guru yang muda2 itu yang dibantu untuk ditambahkan ilmunya kalo perlu semua guru muda harus S2, nah,, ini kebalik yang tua dan mampu malah diberi beasiswa, yang muda yang masih menjadi tenaga honorer boro2 beasiswa ehhh,,, uang transport aja kalo dikasih ya syukur pak, Ingat pak masa depan ada di tangan kami, yang akan meneruskan perjuangan tenaga kependidikan di masa depan,
Masa Depan Ada Di Tangan Kita...